Masih ingat pelajaran matematika sederhana yang kita pelajari di sekolah dasar. Bisa jadi inilah yang sekarang kita ajarkan pada adik, anak, atau keponakan kita yang masih di TK ataupun SD. Pelajaran yang saya maksudkan adalah operasional hitung, penjumlahan, dan pengurangan.
Ingatlah kembali pelajaran operasional hitung "tambah" dan "kurang" tersebut. Apakah yang bisa kita pelajari dan apa hubungannya dengan kesuksesan hidup kita. Jawabannya pun sederhana.
Perhatikan, bentuk operasi hitung "penjumlahan" atau simbol "tambah" yang kita letakkan di setiap angka. Bagaimanakah hasil akhirnya? Hasil akhirnya selalu berubah menjadi angka yang lebih baik atau lebih tinggi nilainya. Jika dijumlahkan dengan angka yang positif, baik angka itu angka plus maupun minus, maka nilainya menjadi lebih baik.
Sebaliknya, jika suatu angka dikurangi atau diberi operasional hitung "kurang" maka berapa pun angkanya, akan menjadi lebih kecil nilainya. Anda pasti sudah mengenal sistem operasional hitung ini
dengan tanpa perlu bersusah payah. Tapi, apa artinya ini dalam kehidupan sukses kita.
Dalam sukses kita, saya membayangkan di dalam diri setiap orang bisa punya kebiasaan "mengurangi" atau kebiasaan "menjumlah", yang saya sebut pribadi "plus" atau pribadi "minus". Perhatikanlah perbedaan yang dihasilkan pribadi plus maupun minus ini. Bagi pribadi "minus",
segala kondisi akan menjadi semakin buruk. Bahkan dengan sikapnya, dia membuat situasi atau pun kondisi menjadi bertambah buruk dengan sikapnya. Emosinya serta aura pada dirinya pun cenderung negatif.
Itulah sebabnya dia memperburuk suasana yang ada. Misalkan saja, seorang manager dengan keluarganya sedang menyetir keluar kota untuk liburan. Ketika tepat di pintu bayar tol, mobilnya mogok. Akhirnya, dengan kesal, si manajer ini keluar dari mobilnya. Sambil marah-marah, dia tendang mobilnya. Keras sekali sehingga kakinya lebam. Setelah itu, saat ditarik mobil derek untuk diperbaiki, dia marah-marah. Istri dan anak-anaknya pun jadi ikutan 'bete' lantaran terpengaruh sikap si manajer ini. Akhirnya, liburan pun batal. Padahal mobilnya bisa diperbaiki dengan cepat.
Sementara di sisi lain, ada orang yang mempunyai mentalitas "plus" yang bisa membuat kondisi yang ada menjadi lebih baik. Meskipun dia tidak bisa mengubah keadaan 100% menjadi lebih baik namun sikapnya bisa membuat suasana tidak menjadi semakin lebih buruk.
Misalkan pada contoh si manager yang mobilnya mogok di atas. Dia merasakan jengkelnya tapi dengan cepat bisa berpikir pula, "Untung juga. Mogoknya pas di pintu bayar tol. Coba kalau pas di luar kota atau di tengah jalan". Akhirnya, dengan mobil derek, mobilnya bisa segera dibawa ke bengkel terdekat. Bisa diperbaiki lalu dengan segera, mereka bisa menikmati liburannya.
Lihat, betapa menyenangkannya kalau kita mempunyai mental "plus" ini. Segala sesuatu tidak menjadi bertambah parah atau memburuk. Minimal, sikap semacam ini dengan cepat akan mengembalikan kondisi yang buruk menjadi normal ke keadaan semula. Dan dengan sikap ini,
dia tidak melihat sesuatu dengan emosi-emosi yang negatif seperti marah-marah, kesal, maupun jengkel.
Salah satu contoh ini pernah diperlihatkan oleh Thomas Alfa Edison sewaktu menyaksikan laboratorium eksperimennya habis terbakar. Dia menyaksikan api yang masih merah menyala lalu berkata, "Iya. Ada gunanya juga semuanya terbakar. Jadi ada kesempatan buat saya untuk memulai lagi semua pemikiran dan ide yang macet, dari awal lagi!"
Dalam hal ini, Thomas Alfa Edison mengajarkan pada kita. Ada sesuatu yang tidak bisa diperbaiki lagi, yakni lab yang terbakar. Namun, dia juga mengajarkan kita bahwa sikap maupun cara kita bertindak bisa membuat situasi dan keadaan menjadi tidak lebih buruk, malah menjadi lebih baik hasilnya.
Di sisi lain, pelajaran dasar operasional hitung juga mengajarkan kepada kita satu hal yang sederhana. Jika angka berapa pun, tetapi dijumlahkan dengan angka minus maka hasil akhirnya akan menjadi semakin minus. Bayangkanlah hal ini dalam hidup kita di mana kita sering bertemu dan bergaul dengan orang-orang 'pecundang' dan selalu bermental negatif. Apakah yang terjadi? Lama-kelamaan diri dan kondisi diri kita juga terpengaruh jadi negatif.
Bayangkanlah seorang salesman yang sebenarnya cukup antusias dan semangat, tetapi setiap pagi dia selalu ngopi dan ngrumpi dengan teman-temannya yang selalu mengajarkan padanya, "Kondisi lagi susah", "Gini lho caranya mengambil keuntungan perusahaan buat diri sendiri", "Begini caranya ngobyek di luar dengan fasilitas kantor!".
Apa yang akan terjadi kalau selama setahun dia diajarkan seperti itu? Lama-kelamaan mentalnya bisa ikut-ikutan menjadi rusak juga.
Karena itulah, maka operasional hitung juga memberikan tipsnya kepada kita. Caranya? Ingatlah dengan prinsip kalau kita mengurangi bilangan apapun dengan angka-angka yang minus (misalkan: X - (-Y) ) maka hasilnya akan lebih positif. Apa artinya? Sederhana saja. Kalau kita bisa mengurangkan orang-orang minus dari kehidupan kita, maka kita bisa menciptakan kondisi dan situasi yang lebih positif.
Nah, yang jadi pertanyaan kita adalah siapakah orang-orang yang negatif, berpikir minus dan jelek pengaruhnya dalam kehidupan kita. Kurangilah kesempatan kita berinterkasi ataupun jauhilah orang-orang seperti itu dari kehidupan kita, supaya kita tetap positif menyongsong impian dan cita-cita kita.
Demikianlah. Semoga pelajaran kita dari matematika yang amat sederhana ini membuat kita lebih sadar dan membuat kita semakin sukses dengan impian dan cita-cita kita.
***
Anthony Dio Martin
Menuju Titik Nol
BERITA ini sungguh mengejutkan. Seorang teman mengabarkan ayahnya terserang stroke. Mengejutkan, karena dia seorang dokter, yang tentunya paham dengan kesehatan. Pengalaman dan pengetahuan, dia ngelotok betul soal `do and don't' dalam segala hal yang terkait soal kesehatan. Lain dari itu, dia memiliki gaya hidup yang sederhana. Namun, apa mau dikata, Pak Dokter ini terserang stroke.
Stroke adalah tersumbatnya aliran darah secara akut alias mendadak, biasanya disebabkan gumpalan darah. Stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga, setelah penyakit jantung dan kanker, namun merupakan penyebab kecacatan nomor satu. Awalnya memang penderitanya kebanyakan kaum tua.
Namun belakangan ini, kita sering mendengar penderitanya pun datang dari kalangan muda. Intinya sih, mau tua atau masih muda, kalau sudah terjadi penyumbatan gumpalan darah yang menyebabkan pembuluh sobek atau terjadinya infeksi vaskuler, ya sok atuhlah, stroke pun datang menghampiri.
Penyebab stroke antara lain karena kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, dan kegemukan. Satu pemicu utamanya adalah gaya hidup yang tidak sehat, umumnya penderita tidak mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh. Lama-lama, makanan yang uenak tenan itu malah menjadi biang penyakit. Sret, satu urat tersumbat, stroke pun datang.
Sekarang balik lagi pada kisah Pak Dokter. Semua gaya hidup sudah dijalani. Dia tidak memiliki korek api yang dipakainya untuk merokok. Penyakit pun, no way. Dalam soal makanan pun, ia selalu memilih makanan yang baik dan sehat. Olah raga pun ia lakukan dalam seminggu, walau tidak terlalu rutin.
Lantas apa yang menyebabkan ia terkena stroke? Secara medis tak ditemukan tanda-tanda penyulut penyakit itu. Akhirnya muncul cerita ini. Sang teman menjelaskan sebab musababnya.
Menurutnya, ayahnya sering kali menyimpan berbagai masalah yang ada di dalam hati. Ayahnya sering kali merasa jengkel dan dongkol dalam beberapa masalah, termasuk masalah sepele. Atau ia sering kali merasa sakit hati. Hal itu ia simpan sendiri di dalam hati. Tanpa disadari, perlahan-lahan kebiasaan ini berbuah petaka. Rupanya, inilah yang menyebabkan ayahnya mengalami penyempitan pembuluh darah di otak.
--
Tidak ikhlas? Mungkin itu kata yang paling tepat. Sebuah keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan kita, memang seringkali menyebalkan dan sangat mengganggu. Kekalahan atau kegagalan, dan juga kehilangan, merupakan hal yang amat sulit untuk diterima. Akibatnya, kita pun berada dalam keadaan yang tidak stabil antara menerima dan menolak.
Nah, bila menerima, artinya kita ikhlas. Sebaliknya, bila tidak, dia akan bersemayam di dalam hati. Tanpa terasa, dada pun terasa sesak. Itulah yang kita rasakan saat pacar memutuskan hubungan tanpa sebab, dus, malah tahu-tahu menikah dengan orang lain, atau mendapati pasangan berselingkuh, meski semua yang terbaik sudah kita berikan.
Memang, untuk mengikhlaskan semua kekalahan, kegagalan atau kehilangan, bukanlah pekerjaan mudah. Bila dunia ini sepenuhnya dapat ikhlas dalam segala persoalan, pasti tidak pernah akan ada perang yang memakan ribuan atau jutaan korban jiwa. Bila semua orang ikhlas, tentu tidak pernah ada yang namanya ilmu santet.
Riset pun menjelaskan bahwa satu kunci menuju hidup bahagia ialah menjaga hati agar selalu terbebas dari rasa kebencian. Dan, bersihkan pikiran dari segala kekawatiran. Jadi, belajarlah untuk menerima segala sesuatunya dengan hati yang lapang.
Masih sulit? Pergilah ke hutan, berteriaklah di sana. Keluarkan segala kecewa di hati. Takkan ada yang terganggu. Kalau kejauhan, masuklah ke kamar mandi. Lalu tutup pintu. Tapi awas, jangan sampai tetangga tahu-tahu terbangun kaget dikira ada maling beneran atau kucing garong. Atau pergilah berenang, di dalam air, luapkan tangis. Di kubangan air, takkan pernah ada yang menduga bahwa Anda tengah menangis.
Profesor Jeffrey Lohr, dari William Fulbright College of Arts and Sciences, menjelaskan bahwa berteriak memberikan sensasi pengendoran otot yang tegang karena kondisi stres. Sedangkan Dr. William Frey, dari University of Minnesota, menemukan bahwa menangis terbukti dapat membuat seseorang merasa lebih baik. Karena air mata yang keluar berfungsi melepaskan ketegangan saraf pada tubuh. Asal tentu saja bukan air mata buaya. Itu kalau Anda kesulitan mengeluarkan segala kekecewaan di dalam hati.
Kembali lagi soal ikhlas. Lalu bagaimanakah agar kita bisa sepenuhnya ikhlas? Tanyalah dalam hati. Ikhlas sejatinya kondisi perasaan di dalam hati. Karena itu belajar ikhlas juga berarti belajar melihat dengan hati, mendengar dengan hati, dan tentunya, mengikuti kata hati.
Menurut Erbe Sentanu, penulis buku 'Quantum Ikhlas', dalam kondisi ikhlas, otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Dalam zona ikhlas, bertebaranlah berbagai energi positif: rasa syukur, sabar, juga termasuk fokus. Kita pun tiba-tiba merasa penuh tenaga. Energi ikhlas ini lalu menyebar ke setiap bagian tubuh.
Erbe Sentanu sendiri mempunyai kisah mengenai keikhlasan. Setelah enam tahun menikah, Erbe divonis dokter mengalami aspermatozoa. Suatu kondisi seseorang tidak akan dapat memiliki keturunan. Awalnya Erbe terkejut, tetapi ia ikhlas. Dalam penyerahan diri kepada Tuhan, Erbe membayangkan suatu hari nanti ia akan dikaruniai buah hati. Hingga suatu hari ia melakukan uji kualitas sperma. ''Tidak mungkin. Dari nol persen spermatozoa menjadi tiga puluh persen dalam tiga minggu? Tidak mungkin!'' seru sang dokter terkaget-kaget ketika membaca hasil laboratorium. Kini Erbe memiliki putra bernama Shankara Premaswara.
Pada akhirnya, ikhlas merupakan kata kunci untuk hidup sehat. Untuk menuju kestabilan hati, manusia memang perlu katup pelepas.
Berteriak dan menangis merupakan satu jalan keluarnya. Setelah letih, hati dan kepala biasanya akan berkompromi. Mudah-mudahan, keikhlasan untuk melepas kekalahan dan kehilangan, yang akan kita peroleh. Agar hati menjadi netral dan bersih, seperti sebuah speedometer, pada akhirnya, ia kembali ke titik nol. Semoga.
***
Sonny Wibisono
Stroke adalah tersumbatnya aliran darah secara akut alias mendadak, biasanya disebabkan gumpalan darah. Stroke merupakan penyebab kematian nomor tiga, setelah penyakit jantung dan kanker, namun merupakan penyebab kecacatan nomor satu. Awalnya memang penderitanya kebanyakan kaum tua.
Namun belakangan ini, kita sering mendengar penderitanya pun datang dari kalangan muda. Intinya sih, mau tua atau masih muda, kalau sudah terjadi penyumbatan gumpalan darah yang menyebabkan pembuluh sobek atau terjadinya infeksi vaskuler, ya sok atuhlah, stroke pun datang menghampiri.
Penyebab stroke antara lain karena kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, dan kegemukan. Satu pemicu utamanya adalah gaya hidup yang tidak sehat, umumnya penderita tidak mengontrol makanan yang masuk ke dalam tubuh. Lama-lama, makanan yang uenak tenan itu malah menjadi biang penyakit. Sret, satu urat tersumbat, stroke pun datang.
Sekarang balik lagi pada kisah Pak Dokter. Semua gaya hidup sudah dijalani. Dia tidak memiliki korek api yang dipakainya untuk merokok. Penyakit pun, no way. Dalam soal makanan pun, ia selalu memilih makanan yang baik dan sehat. Olah raga pun ia lakukan dalam seminggu, walau tidak terlalu rutin.
Lantas apa yang menyebabkan ia terkena stroke? Secara medis tak ditemukan tanda-tanda penyulut penyakit itu. Akhirnya muncul cerita ini. Sang teman menjelaskan sebab musababnya.
Menurutnya, ayahnya sering kali menyimpan berbagai masalah yang ada di dalam hati. Ayahnya sering kali merasa jengkel dan dongkol dalam beberapa masalah, termasuk masalah sepele. Atau ia sering kali merasa sakit hati. Hal itu ia simpan sendiri di dalam hati. Tanpa disadari, perlahan-lahan kebiasaan ini berbuah petaka. Rupanya, inilah yang menyebabkan ayahnya mengalami penyempitan pembuluh darah di otak.
--
Tidak ikhlas? Mungkin itu kata yang paling tepat. Sebuah keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan kita, memang seringkali menyebalkan dan sangat mengganggu. Kekalahan atau kegagalan, dan juga kehilangan, merupakan hal yang amat sulit untuk diterima. Akibatnya, kita pun berada dalam keadaan yang tidak stabil antara menerima dan menolak.
Nah, bila menerima, artinya kita ikhlas. Sebaliknya, bila tidak, dia akan bersemayam di dalam hati. Tanpa terasa, dada pun terasa sesak. Itulah yang kita rasakan saat pacar memutuskan hubungan tanpa sebab, dus, malah tahu-tahu menikah dengan orang lain, atau mendapati pasangan berselingkuh, meski semua yang terbaik sudah kita berikan.
Memang, untuk mengikhlaskan semua kekalahan, kegagalan atau kehilangan, bukanlah pekerjaan mudah. Bila dunia ini sepenuhnya dapat ikhlas dalam segala persoalan, pasti tidak pernah akan ada perang yang memakan ribuan atau jutaan korban jiwa. Bila semua orang ikhlas, tentu tidak pernah ada yang namanya ilmu santet.
Riset pun menjelaskan bahwa satu kunci menuju hidup bahagia ialah menjaga hati agar selalu terbebas dari rasa kebencian. Dan, bersihkan pikiran dari segala kekawatiran. Jadi, belajarlah untuk menerima segala sesuatunya dengan hati yang lapang.
Masih sulit? Pergilah ke hutan, berteriaklah di sana. Keluarkan segala kecewa di hati. Takkan ada yang terganggu. Kalau kejauhan, masuklah ke kamar mandi. Lalu tutup pintu. Tapi awas, jangan sampai tetangga tahu-tahu terbangun kaget dikira ada maling beneran atau kucing garong. Atau pergilah berenang, di dalam air, luapkan tangis. Di kubangan air, takkan pernah ada yang menduga bahwa Anda tengah menangis.
Profesor Jeffrey Lohr, dari William Fulbright College of Arts and Sciences, menjelaskan bahwa berteriak memberikan sensasi pengendoran otot yang tegang karena kondisi stres. Sedangkan Dr. William Frey, dari University of Minnesota, menemukan bahwa menangis terbukti dapat membuat seseorang merasa lebih baik. Karena air mata yang keluar berfungsi melepaskan ketegangan saraf pada tubuh. Asal tentu saja bukan air mata buaya. Itu kalau Anda kesulitan mengeluarkan segala kekecewaan di dalam hati.
Kembali lagi soal ikhlas. Lalu bagaimanakah agar kita bisa sepenuhnya ikhlas? Tanyalah dalam hati. Ikhlas sejatinya kondisi perasaan di dalam hati. Karena itu belajar ikhlas juga berarti belajar melihat dengan hati, mendengar dengan hati, dan tentunya, mengikuti kata hati.
Menurut Erbe Sentanu, penulis buku 'Quantum Ikhlas', dalam kondisi ikhlas, otak memproduksi hormon serotonin dan endorfin yang menyebabkan seseorang merasa nyaman, tenang, dan bahagia. Dalam zona ikhlas, bertebaranlah berbagai energi positif: rasa syukur, sabar, juga termasuk fokus. Kita pun tiba-tiba merasa penuh tenaga. Energi ikhlas ini lalu menyebar ke setiap bagian tubuh.
Erbe Sentanu sendiri mempunyai kisah mengenai keikhlasan. Setelah enam tahun menikah, Erbe divonis dokter mengalami aspermatozoa. Suatu kondisi seseorang tidak akan dapat memiliki keturunan. Awalnya Erbe terkejut, tetapi ia ikhlas. Dalam penyerahan diri kepada Tuhan, Erbe membayangkan suatu hari nanti ia akan dikaruniai buah hati. Hingga suatu hari ia melakukan uji kualitas sperma. ''Tidak mungkin. Dari nol persen spermatozoa menjadi tiga puluh persen dalam tiga minggu? Tidak mungkin!'' seru sang dokter terkaget-kaget ketika membaca hasil laboratorium. Kini Erbe memiliki putra bernama Shankara Premaswara.
Pada akhirnya, ikhlas merupakan kata kunci untuk hidup sehat. Untuk menuju kestabilan hati, manusia memang perlu katup pelepas.
Berteriak dan menangis merupakan satu jalan keluarnya. Setelah letih, hati dan kepala biasanya akan berkompromi. Mudah-mudahan, keikhlasan untuk melepas kekalahan dan kehilangan, yang akan kita peroleh. Agar hati menjadi netral dan bersih, seperti sebuah speedometer, pada akhirnya, ia kembali ke titik nol. Semoga.
***
Sonny Wibisono
DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?
When you love someone, show it, let him/her know...
POHON
Orang2 memanggilku "POHON" karena aku sangat baik dalam menggambar pohon.
AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku.
AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali...
Ada satu wanita yang sangat AKU cintai..tapi AKU tidak punya
keberanian untuk mengatakannya...
Dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy..
Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita biasa saja.
AKU menyukainya..sangat menyukainya..
Gayanya yang innocent dan apa adanya..kemandiriannya. .kepandaiannya dan kekuatannya...
Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena...
AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku...
AKU takut...jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang...
AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya...
AKU merasa dia adalah "sahabatku"...
AKU akan memilikinya tiada batasnya...tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia...
Alasan yang terakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini...
Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangis selama 3 tahun...
Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya...
Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah..."lanjutkan saja" katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami.
Esoknya, matanya bengkak..dan merah...
AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis...
but AKU tertawa...bercanda dengannya seharian di ruang itu...
Di sudut ruang itu dia menangis...dia tidak tau bahwa AKU kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal...
Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana....
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya...
Pernah sekali mereka berdua perang dingin, AKU tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin...
Tapi AKU masih tetap bersama pacarku...
AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget...
AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku...
Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya...
AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia...
AKU juga sedih...
Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya pergi...
Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya...
Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku...
AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku...
Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang...
AKU tau pria itu...dia sering mengejarnya selama ini...Pria yang baik, penuh energi dan menarik...
AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya...
Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya...
Seperti ada batu yang sangat berat didadaku...AKU tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun apa daya...
Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya...
Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya...
Handphoneku bergetar...ternyata ada SMS masuk...SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis...
SMS itu berbunyi,"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"
DAUN
AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa?
Karena AKU merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.
Selama 3 thn AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi "Sahabat" .
Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya...
AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya - CEMBURU...
Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon.
Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan...
Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya.
Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi...
AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapab dia tidak mau mengatakannya?
Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih...
Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa...
AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan...
Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?
Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati...AKU tahu kesukaannya...kebiasaannya...
Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui...
Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?
Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya...memberinya perhatian...menemani...dan mencintainya...
Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku...
Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam...mengharapkan
mengirimku SMS...
AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku...
Karena itu, AKU menunggunya...
3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah...Kadang AKU berpikir untuk tetap menunggu...
Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini...
Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku...setiap hari dia mengejarku tanpa lelah...
Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku...
AKU berpikir...apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku untukny ?!..
Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon...
Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku...
AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik...
Akhirnya AKU meninggalkan Pohon...tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal...
AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku...
"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"
ANGIN
AKU menyukai seorang gadis bernama Daun...
karena dia sangat bergantung pada Pohon..jadi aku harus menjadi ANGIN yang kuat...
Angin akan meniup Daun terbang jauh...
Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami...
Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya
memerhatikan Pohon...
Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya...
Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya...
Memperhatikannya menjadi kebiasaanku...seperti daun yang suka melihat Pohon.
Satu hari saja tak kulihat dia...AKU merasa sangat kehilangan...
Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun...
Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi...
Esoknya...Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon...
AKU melangkah dan tersenyum padanya...Kuambil secarik kertas..kutulis dan kuberikan padanya...
Dia sangat kaget...
Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku...
Esoknya...dia datang...menghampiriku dan memberikan kembali kertas itu...
Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena
Daun tidak mau meninggalkan Pohon.
AKU melihat kearahnya...kuhampiri dengan kata2 itu...
Sangat pelan...dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan telponku...
AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU...tapi AKU akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku...
Selama 4 bln, AKU telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya...
Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan...tapi AKU tidak menyerah...
Keputusanku bulat....AKU ingin memilikinya...dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku....
Aku bertanya," apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?
Mengapa kau selalu membisu?"
Dia berkata, "AKU menengadahkan kepalaku"...
"Ah?" Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar...
"Aku menengadahkan kepalaku" dia berteriak...
Kuletakkan telepon......melompat... .berlari seribu langkah...ke rumahnya...
Dia membuka pintu bagiku...Ku peluk erat-erat tubuhnya...
"DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"
JIKA KAU MENGINGINKAN CINTA DARI SESEORANG...TUNJUKKAN CINTAMU !!!!
CINTA TIDAK MEMBUTUHKAN KERAGUAN...TUNJUKKAN SAJA !!!!
POHON
Orang2 memanggilku "POHON" karena aku sangat baik dalam menggambar pohon.
AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark pada semua lukisanku.
AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali...
Ada satu wanita yang sangat AKU cintai..tapi AKU tidak punya
keberanian untuk mengatakannya...
Dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy..
Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita biasa saja.
AKU menyukainya..sangat menyukainya..
Gayanya yang innocent dan apa adanya..kemandiriannya. .kepandaiannya dan kekuatannya...
Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena...
AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku...
AKU takut...jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang...
AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya...
AKU merasa dia adalah "sahabatku"...
AKU akan memilikinya tiada batasnya...tidak harus memberikan semuanya hanya untuk dia...
Alasan yang terakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan selama 3 tahun ini...
Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangis selama 3 tahun...
Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya...
Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah..."lanjutkan saja" katanya, setelah itu pergi meninggalkan kami.
Esoknya, matanya bengkak..dan merah...
AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis...
but AKU tertawa...bercanda dengannya seharian di ruang itu...
Di sudut ruang itu dia menangis...dia tidak tau bahwa AKU kembali untuk mengambil sesuatu yang tertinggal...
Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana....
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya...
Pernah sekali mereka berdua perang dingin, AKU tau bukan sifatnya untuk memulai perang dingin...
Tapi AKU masih tetap bersama pacarku...
AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan kaget...
AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama pacarku...
Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya...
AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama buruknya dengan dia...
AKU juga sedih...
Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya pergi...
Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin kukatakan padanya...
Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku...
AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku...
Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang...
AKU tau pria itu...dia sering mengejarnya selama ini...Pria yang baik, penuh energi dan menarik...
AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya...
Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya...
Seperti ada batu yang sangat berat didadaku...AKU tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun apa daya...
Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya...
Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya...
Handphoneku bergetar...ternyata ada SMS masuk...SMS itu dikirim 10 hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis...
SMS itu berbunyi,"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"
DAUN
AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa?
Karena AKU merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.
Selama 3 thn AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi "Sahabat" .
Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya...
AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari sebelumnya - CEMBURU...
Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon.
Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2 bulan...
Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa gembiranya.
Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi...
AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapab dia tidak mau mengatakannya?
Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah?
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih...
Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa...
AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan...
Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?
Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati...AKU tahu kesukaannya...kebiasaannya...
Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui...
Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?
Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya...memberinya perhatian...menemani...dan mencintainya...
Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku...
Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam...mengharapkan
mengirimku SMS...
AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku...
Karena itu, AKU menunggunya...
3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah...Kadang AKU berpikir untuk tetap menunggu...
Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini...
Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku...setiap hari dia mengejarku tanpa lelah...
Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan dariku...
AKU berpikir...apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku untukny ?!..
Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk terbang dari pohon...
Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku...
AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat yang lebih baik...
Akhirnya AKU meninggalkan Pohon...tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk tinggal...
AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku...
"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"
ANGIN
AKU menyukai seorang gadis bernama Daun...
karena dia sangat bergantung pada Pohon..jadi aku harus menjadi ANGIN yang kuat...
Angin akan meniup Daun terbang jauh...
Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami...
Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya
memerhatikan Pohon...
Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya...
Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya...
Memperhatikannya menjadi kebiasaanku...seperti daun yang suka melihat Pohon.
Satu hari saja tak kulihat dia...AKU merasa sangat kehilangan...
Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun...
Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi...
Esoknya...Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang memperhatikan Pohon...
AKU melangkah dan tersenyum padanya...Kuambil secarik kertas..kutulis dan kuberikan padanya...
Dia sangat kaget...
Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku...
Esoknya...dia datang...menghampiriku dan memberikan kembali kertas itu...
Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena
Daun tidak mau meninggalkan Pohon.
AKU melihat kearahnya...kuhampiri dengan kata2 itu...
Sangat pelan...dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan telponku...
AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU...tapi AKU akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku...
Selama 4 bln, AKU telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya...
Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan...tapi AKU tidak menyerah...
Keputusanku bulat....AKU ingin memilikinya...dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku....
Aku bertanya," apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas?
Mengapa kau selalu membisu?"
Dia berkata, "AKU menengadahkan kepalaku"...
"Ah?" Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar...
"Aku menengadahkan kepalaku" dia berteriak...
Kuletakkan telepon......melompat... .berlari seribu langkah...ke rumahnya...
Dia membuka pintu bagiku...Ku peluk erat-erat tubuhnya...
"DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?"
JIKA KAU MENGINGINKAN CINTA DARI SESEORANG...TUNJUKKAN CINTAMU !!!!
CINTA TIDAK MEMBUTUHKAN KERAGUAN...TUNJUKKAN SAJA !!!!
Belajar dari Seorang Penarik Becak
Ada seorang bapak penarik becak yang biasa mangkal di depan rumah. Usianya sekitar 50 tahun. Orangnya selalu bersemangat, ramah kepada siapapun, sering tersenyum, dan jarang menampakkan kesedihan. Suatu sore ketika saya pulang ke rumah, seperti biasanya beliau tersenyum dan berkata “selamat sore,Mas”. Entah kenapa saya tertarik mengobrol dengannya. Ya, apalagi kalau bukan karena keramahan dan keceriaan yang selalu ditunjukkannya kepada siapapun. Dan memang beliau mengajarkan sesuatu kepada saya, mungkin juga kepada Anda.
“Pak, saya selalu melihat Bapak bersemangat dan ceria. Sepertinya hidup Bapak sangat bahagia ya?” Dan pertanyaan saya lagi-lagi disambut senyum khasnya. Kemudian beliau mulai menjawab “Saya ini orang miskin,mas. Istri saya satu, anak saya tiga. Saya cari uang sehari untuk hidup sehari. Besok makan apa masih belum tahu”. Saya semakin tertarik karena menurut saya ada yang aneh. Bagaimana mungkin dengan kondisi seperti itu, beliau tidak pernah tampak stress, muram, dan sedih. Belum lagi saya berhenti berpikir, Bapak penarik becak tersebut melanjutkan “Saya memang miskin sekali, tidak mempunyai pekerjaan yang baik, tidak bisa mengajak keluarga saya rekreasi, tidak bisa makan di restoran, tidak bisa menyekolahkan anak-anak, tidak besi beli motor apalagi mobil, dan lain-lain yang enak-enak. Tapi saya sangat bersyukur sama TUHAN. Keluarga kami bahagia. Kami bisa berkumpul akrab, bercanda, dan menikmati kehidupan ini. Dan Anda jangan salah, mas. Saya tetap berusaha maju. Saya bekerja dengan jujur. Anak-anak saya didik dengan baik. Mereka masih bisa ikut sekolah gratis untuk orang tidak mampu. Pasti suatu saat mereka bisa hidup enak. Bukankah jadi orang kaya tidak harus sekolah tinggi? Bukankah orang sekolah tidak semua pintar dan berguna? Yang penting anak-anak saya pintar cari uang dengan jujur dan maju. Tidak boleh seperti bapaknya.”.
Saya kagum sekali dengan beliau yang secara tidak langsung mengajarkan sesuatu tentang kehidupan. Orang yang bahagia bukan orang yang memiliki harta berlimpah, mobil mewah, rumah mewah, dan seribu kemewahan lainnya. Orang yang bahagia adalah orang yang selalu mensyukuri hidup yang diberikan TUHAN. Mensyukuri bukan berarti pasrah, tetapi sambil terus berjuang dan optimis hari esok akan lebih baik dari hari ini.
Bila Anda sedang memulai usaha dan mengalami kegagalan, jangan putus asa. BERSYUKURLAH! Itu berarti Anda telah belajar dari sebuah kesalahan dan harus mencari cara lain menjadi lebih baik. Sesering apapun Anda merasa gagal, jangan putus asa. NIKMTI, BERSYUKUR, dan OPTIMIS! Semoga seorang penarik becak bisa memberikan inspirasi untuk bagaiamana cara menikmati hidup, selalu bersyukur sambil terus optimis, berusaha dan berjuang menuju keberhasilan usaha Anda.
“Pak, saya selalu melihat Bapak bersemangat dan ceria. Sepertinya hidup Bapak sangat bahagia ya?” Dan pertanyaan saya lagi-lagi disambut senyum khasnya. Kemudian beliau mulai menjawab “Saya ini orang miskin,mas. Istri saya satu, anak saya tiga. Saya cari uang sehari untuk hidup sehari. Besok makan apa masih belum tahu”. Saya semakin tertarik karena menurut saya ada yang aneh. Bagaimana mungkin dengan kondisi seperti itu, beliau tidak pernah tampak stress, muram, dan sedih. Belum lagi saya berhenti berpikir, Bapak penarik becak tersebut melanjutkan “Saya memang miskin sekali, tidak mempunyai pekerjaan yang baik, tidak bisa mengajak keluarga saya rekreasi, tidak bisa makan di restoran, tidak bisa menyekolahkan anak-anak, tidak besi beli motor apalagi mobil, dan lain-lain yang enak-enak. Tapi saya sangat bersyukur sama TUHAN. Keluarga kami bahagia. Kami bisa berkumpul akrab, bercanda, dan menikmati kehidupan ini. Dan Anda jangan salah, mas. Saya tetap berusaha maju. Saya bekerja dengan jujur. Anak-anak saya didik dengan baik. Mereka masih bisa ikut sekolah gratis untuk orang tidak mampu. Pasti suatu saat mereka bisa hidup enak. Bukankah jadi orang kaya tidak harus sekolah tinggi? Bukankah orang sekolah tidak semua pintar dan berguna? Yang penting anak-anak saya pintar cari uang dengan jujur dan maju. Tidak boleh seperti bapaknya.”.
Saya kagum sekali dengan beliau yang secara tidak langsung mengajarkan sesuatu tentang kehidupan. Orang yang bahagia bukan orang yang memiliki harta berlimpah, mobil mewah, rumah mewah, dan seribu kemewahan lainnya. Orang yang bahagia adalah orang yang selalu mensyukuri hidup yang diberikan TUHAN. Mensyukuri bukan berarti pasrah, tetapi sambil terus berjuang dan optimis hari esok akan lebih baik dari hari ini.
Bila Anda sedang memulai usaha dan mengalami kegagalan, jangan putus asa. BERSYUKURLAH! Itu berarti Anda telah belajar dari sebuah kesalahan dan harus mencari cara lain menjadi lebih baik. Sesering apapun Anda merasa gagal, jangan putus asa. NIKMTI, BERSYUKUR, dan OPTIMIS! Semoga seorang penarik becak bisa memberikan inspirasi untuk bagaiamana cara menikmati hidup, selalu bersyukur sambil terus optimis, berusaha dan berjuang menuju keberhasilan usaha Anda.
suami-isteri dan rel kereta api
Berapa jarak antara kedua rel kereta api? ga ada yang peduli, se-absurd jawaban terhadap: "mengapa orang menikah"
Jarak antara kedua rel kerta api selalu 143, 5 sentimeter atau 4 kaki 8 ½ inchi. Kenapa angkanya aneh begitu? Dan inilah jawabannya: Ketika orang pertamakali membuat gerbong kereta api, mereka menggunakan perlatan seperti untuk membuat kereta kuda. Dan kenpa angka itu menjadi jarak antara kedua roda kereta kuda? Karena jarak itu adalah lebar jalan-jalan yang dilalui kereta-kereta kuda. Dan siapa yang memutuskan bahwa jalan-jalan harus selebar itu? Nah, sekarang kita terlontar balik ke zaman dulu. Adalah orang-orang Romawi, pembangun jalan raya-jalan raya pertama dalam sejarah, yang memutuskan membuat jalan raya-jalan raya mereka selebar itu. Kenapa? Karena kereta perang-kereta perang mereka ditarik oleh dua ekor kuda, dan kalau diberdirikan berdampingan, lebar kedua kuda itu 143, 5 sentimeter.
Jadi, jarak antara rel yang digunakan oleh kereta api canggih berkecepatan tinggi saat ini ditentukan oleh orang zaman Romawi. Waktu orang pergi ke Amerika dan mulai membuat jalan kereta api, tidak terpikir sama sekali oleh mereka untuk mengubahnya, jadi lebar jaraknya tetap sama. Itu bahkan berpengaruh pada pembuatan pesawat ulang-alik ruang angkasa. Para insinyur Amerika berpendapat tangki bahan bakarnya harus lebih lebar, tapi tangki itu dibuat di Utah dan harus diangkut dengan kereta api ke Pusat Angkasa Luar di Florida, dan terowongan kereta api tidak memungkinkan keretanya mengangkut barang yang lebih lebar. Jadi, mereka mau tidak mau harus menerima ukuran yang oleh orang Romawi dianggap ideal.
Tapi apa hubungannya semua itu dengan perkawinan?
Pada suatu saat dalam sejarah, seseorang berkata: bila dua orang menikah, mereka akan tetap membeku seperti itu sepanjang sisa hidup mereka. Kalian akan berjalan berdampingan bagai sepasang rel, selalu berjarak sama. Walau salah seorang dari kalian merasa perlu agak menjauh atau mendekat, itu melanggar aturan. Aturannya adalah: pakailah akal sehat, pikirkan masa depan, pikirkan anak-anak. Kalian tak bisa berubah, kalian harus tetap seperti sepasang rel kereta api yang memelihara jarak yang selalu sama dari titik pemberangkatan sampai titik tujuan. Peraturannya tidak membolehkan cinta berubah, atau mengambang pada awalnya dan menyusut di tengah –itu terlalu berbahaya. Jadi, setelah antusiasme di tahun-tahun pertama, mereka memelihara jarak yang sama, rasa kebersamaan yang sama, naluri alamiah yang sama. Tujuan kalian adalah menjaga agar kereta api membawa ras manusia dengan selamat ke masa depan: anak-anak kalian hanya bisa merasa bahagia kalau kalian tetap seperti adanya –berjarak 143,5 sentimeter satu sama lain. Kalau kalian bosan dengan kemonotonan ini, pikirkan mereka, pikirkan anak-anak yang kalian lahirkan ke dunia.
Pikirkan tetangga-tetangga kalian. Tunjukkan pada mereka bahwa kalian bahagia, makan daging panggang setiap hari Minggu, nonton tivi, kerja bakti untuk komunitas. Pikirkan pergaulan dalam masyarakat: berdandanlah sedemikian rupa, sehingga semua orang tahu bahwa kalian hidup dalam keharmonisan yang sempurna. Jangan pernah menengaok ke samping, seseorang mungkin sedang memperhatikan kalian, dan itu bisa menimbulkan godaan, itu bisa menyebabkan perceraian, krisis, depresi.
Tersenyumlah dalam semua foto kalian. Taruh foto-foto di ruang keluarga, sehingga semua orang bisa melihatnya. Potong rumput, berolah raga –oh ya, kalian harus berolah raga agar bisa tetap awet muda. Kalau olah raga masih belum cukup, jalani bedah plastik. Tapi jangan sampai lupa, peraturan-peraturan itu dibuat sudah lama sekali, harus dihormati dan dipatuhi. Siapa yang membuat peraturan-peraturan itu? Tidak penting. Jangan dipertanyakan, karena peraturan itu akan selalu berlaku, walau kalian tidak setuju
Jarak antara kedua rel kerta api selalu 143, 5 sentimeter atau 4 kaki 8 ½ inchi. Kenapa angkanya aneh begitu? Dan inilah jawabannya: Ketika orang pertamakali membuat gerbong kereta api, mereka menggunakan perlatan seperti untuk membuat kereta kuda. Dan kenpa angka itu menjadi jarak antara kedua roda kereta kuda? Karena jarak itu adalah lebar jalan-jalan yang dilalui kereta-kereta kuda. Dan siapa yang memutuskan bahwa jalan-jalan harus selebar itu? Nah, sekarang kita terlontar balik ke zaman dulu. Adalah orang-orang Romawi, pembangun jalan raya-jalan raya pertama dalam sejarah, yang memutuskan membuat jalan raya-jalan raya mereka selebar itu. Kenapa? Karena kereta perang-kereta perang mereka ditarik oleh dua ekor kuda, dan kalau diberdirikan berdampingan, lebar kedua kuda itu 143, 5 sentimeter.
Jadi, jarak antara rel yang digunakan oleh kereta api canggih berkecepatan tinggi saat ini ditentukan oleh orang zaman Romawi. Waktu orang pergi ke Amerika dan mulai membuat jalan kereta api, tidak terpikir sama sekali oleh mereka untuk mengubahnya, jadi lebar jaraknya tetap sama. Itu bahkan berpengaruh pada pembuatan pesawat ulang-alik ruang angkasa. Para insinyur Amerika berpendapat tangki bahan bakarnya harus lebih lebar, tapi tangki itu dibuat di Utah dan harus diangkut dengan kereta api ke Pusat Angkasa Luar di Florida, dan terowongan kereta api tidak memungkinkan keretanya mengangkut barang yang lebih lebar. Jadi, mereka mau tidak mau harus menerima ukuran yang oleh orang Romawi dianggap ideal.
Tapi apa hubungannya semua itu dengan perkawinan?
Pada suatu saat dalam sejarah, seseorang berkata: bila dua orang menikah, mereka akan tetap membeku seperti itu sepanjang sisa hidup mereka. Kalian akan berjalan berdampingan bagai sepasang rel, selalu berjarak sama. Walau salah seorang dari kalian merasa perlu agak menjauh atau mendekat, itu melanggar aturan. Aturannya adalah: pakailah akal sehat, pikirkan masa depan, pikirkan anak-anak. Kalian tak bisa berubah, kalian harus tetap seperti sepasang rel kereta api yang memelihara jarak yang selalu sama dari titik pemberangkatan sampai titik tujuan. Peraturannya tidak membolehkan cinta berubah, atau mengambang pada awalnya dan menyusut di tengah –itu terlalu berbahaya. Jadi, setelah antusiasme di tahun-tahun pertama, mereka memelihara jarak yang sama, rasa kebersamaan yang sama, naluri alamiah yang sama. Tujuan kalian adalah menjaga agar kereta api membawa ras manusia dengan selamat ke masa depan: anak-anak kalian hanya bisa merasa bahagia kalau kalian tetap seperti adanya –berjarak 143,5 sentimeter satu sama lain. Kalau kalian bosan dengan kemonotonan ini, pikirkan mereka, pikirkan anak-anak yang kalian lahirkan ke dunia.
Pikirkan tetangga-tetangga kalian. Tunjukkan pada mereka bahwa kalian bahagia, makan daging panggang setiap hari Minggu, nonton tivi, kerja bakti untuk komunitas. Pikirkan pergaulan dalam masyarakat: berdandanlah sedemikian rupa, sehingga semua orang tahu bahwa kalian hidup dalam keharmonisan yang sempurna. Jangan pernah menengaok ke samping, seseorang mungkin sedang memperhatikan kalian, dan itu bisa menimbulkan godaan, itu bisa menyebabkan perceraian, krisis, depresi.
Tersenyumlah dalam semua foto kalian. Taruh foto-foto di ruang keluarga, sehingga semua orang bisa melihatnya. Potong rumput, berolah raga –oh ya, kalian harus berolah raga agar bisa tetap awet muda. Kalau olah raga masih belum cukup, jalani bedah plastik. Tapi jangan sampai lupa, peraturan-peraturan itu dibuat sudah lama sekali, harus dihormati dan dipatuhi. Siapa yang membuat peraturan-peraturan itu? Tidak penting. Jangan dipertanyakan, karena peraturan itu akan selalu berlaku, walau kalian tidak setuju
#5 - DREAM OF FLIGHT
In the late 1800s, a well-known bishop was travelling the United States, speaking to religious and academic leaders. At one of his stops, he was invited to have dinner with some prominent leaders. During the dinner he was asked, "What do you think the future holds for us?" After a moment's pause, he replied, "The future is bleak, and in my opinion, we have discovered all there is to discover, created all there is to create, and invented all there is to invent." One of the leaders commented, "I think someday, man shall learn to fly like the birds." To this, the bishop replied, "You are mad; flight is only reserved for the angels." With that statement he stormed out of the room. The good news was that the bishop's last name was Wright! Years later, his two sons Orville and Wilbur, made the dream of flying real on the windswept salt marshes of Kitty Hawk.
SUCCESS PRINCIPLES
We live in a world full of riches. We have to be open to the idea of change. What is needed to tap into the vast potential of this world are new and better "ideas". Never under rate yourself and others. Others will ridicule and laugh at your ideas but you will have the last laugh in the end
SUCCESS PRINCIPLES
We live in a world full of riches. We have to be open to the idea of change. What is needed to tap into the vast potential of this world are new and better "ideas". Never under rate yourself and others. Others will ridicule and laugh at your ideas but you will have the last laugh in the end
#4 - SEARCH NO MORE
Ali Hafed was a farmer from Africa, who was happy and contented. One day a priest came to visit him and told him about the glory of diamonds and the power that goes along with having them. The priest said, "If you have a diamond the size of your thumb, you could have your own city. If you had a diamond the size of your fist, you could own the whole country." After the priest left, the farmer could not sleep that night. He became unhappy and discontented with what he had, and the whole night he thought to himself how rich and powerful he would become if he could possess some diamonds.
The next morning, he sold off his farm, left his family with his neighbor, and set off to search for diamonds. He traveled all over Africa, but could not find any. He looked all over Europe and couldn't find any. Finally, he became emotionally, physically and financially broke and decided to take his own life by throwing himself into the river.
Back home, the person who had bought his farm was watering the camels at a stream that ran through the farm. He suddenly saw a curious flash of light from the white sands of the shallow stream. Reaching into the water, he pulled out a rough stone that sparkled like the colors of the rainbow. Finding the stone interesting, he took it back to his house and placed it as a decoration piece in his living room. One day the priest came to visit, and saw the sparkling stone. He exclaimed, "Here is a diamond! Is Hafed back?" The man replied, "No, no, Hafed has not returned, and that is not a diamond. It is only a stone I found right here in the garden." When the priest heard this, he declared, "I know a diamond when I see one."
Together they rushed out to the garden stream and began searching. To their amazement, there came up other more beautiful and valuable stones than the first. Thus, was discovered the largest diamond mine in the world.
SUCCESS PRINCIPLES
The above story, Acres of Diamonds was lectured by Russell H. Conwell more than 6,000 times during his lifetime. With the funds from the above lectures he founded Temple University.
We are forever looking for opportunities elsewhere rather than within us. "Acres of Diamonds" taught us that the riches and opportunities that we are searching are within us. As the saying goes, "the grass on the other side always appears to be greener." Diamonds in its rough form do not look like diamonds. The raw diamonds need to be skillfully worked on and polished before they are of value. Likewise most of us are like the raw diamonds, and need to be worked on and polished before we realize our full potential
The next morning, he sold off his farm, left his family with his neighbor, and set off to search for diamonds. He traveled all over Africa, but could not find any. He looked all over Europe and couldn't find any. Finally, he became emotionally, physically and financially broke and decided to take his own life by throwing himself into the river.
Back home, the person who had bought his farm was watering the camels at a stream that ran through the farm. He suddenly saw a curious flash of light from the white sands of the shallow stream. Reaching into the water, he pulled out a rough stone that sparkled like the colors of the rainbow. Finding the stone interesting, he took it back to his house and placed it as a decoration piece in his living room. One day the priest came to visit, and saw the sparkling stone. He exclaimed, "Here is a diamond! Is Hafed back?" The man replied, "No, no, Hafed has not returned, and that is not a diamond. It is only a stone I found right here in the garden." When the priest heard this, he declared, "I know a diamond when I see one."
Together they rushed out to the garden stream and began searching. To their amazement, there came up other more beautiful and valuable stones than the first. Thus, was discovered the largest diamond mine in the world.
SUCCESS PRINCIPLES
The above story, Acres of Diamonds was lectured by Russell H. Conwell more than 6,000 times during his lifetime. With the funds from the above lectures he founded Temple University.
We are forever looking for opportunities elsewhere rather than within us. "Acres of Diamonds" taught us that the riches and opportunities that we are searching are within us. As the saying goes, "the grass on the other side always appears to be greener." Diamonds in its rough form do not look like diamonds. The raw diamonds need to be skillfully worked on and polished before they are of value. Likewise most of us are like the raw diamonds, and need to be worked on and polished before we realize our full potential
Subscribe to:
Posts (Atom)
